Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Binomo Penipuan atau Tidak? Simak Pembahasan Disini

Binomo Penipuan atau Tidak

Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita terkait dengan Binomo. Banyak yang melaporkan Binomo sebagai platform judi, bukan trading. Katanya, investasi bodong ini telah merugikan masyarakat hingga miliaran rupiah. Jadi, apakah Binomo penipuan atau tidak?

Sejak muncul, Binomo memang berhasil mencuri perhatian masyarakat luas. Sedikit banyak berkat marketing yang bombastis menjurus mustahil. Awal mulanya, platform ini hadir sebagai platform untuk trading. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dengan Binomo? Apakah aplikasi ini benar-benar penipuan?

Apa itu Binomo?

Saat pertama kali muncul, Binomo mengklaim sebagai platform digital untuk investasi. Konon, dengan aplikasi ini, masyarakat bisa melakukan berbagai jenis investasi, seperti forex, crypto hingga trading saham. Platform ini memang sangat bombastis saat muncul pertama kali beberapa tahun yang lalu.

Namun, benarkah demikian? Ternyata tidak, platform trading seharusnya terdaftar di BEI, OJK maupun Bappeti. Sayangnya, platform ini bahkan dianggap sebagai platform ilegal. Situs Binomo juga dianggap sebagai investasi bodong.

Kenapa banyak masyarakat yang tertarik menggunakan platform ini? Selain marketing yang bombastis namun menyesatkan, daftar di platform ini ternyata sangat mudah. Anda hanya butuh KTP untuk bisa daftar di Binomo.

Selain itu, aplikasinya juga ringan, dan bisa dijalankan di device spesifikasi minimalis dengan lancar. Bagi orang awam yang belum paham trading sama sekali, Binomo terlihat sangat menarik. Buktinya, sudah banyak masyarakat menggunakan aplikasi ini, yang akhirnya ternyata merugikan.

Dari ulasan di atas bisa disimpulkan, Binomo berusaha sekeras mungkin menjadi seolah-olah aplikasi trading yang legal. Padahal, aplikasi ini adalah penipuan dan judi berkedok trading. Dari informasi terpercaya, aplikasi ini dibuat oleh sekumpulan broker sesuai kebutuhan mereka sendiri.

Bagaimana Sistem Binomo?

Sekarang mungkin sudah jelas bagi Anda, apakah Binomo penipuan atau tidak. Namun, bagaimana sih sebenarnya sistem dari platform ini? Kenapa banyak masyarakat yang terjerumus ke dalamnya dan rugi hingga ratusan juta?

Pertama, Binomo menawarkan estimasi profit yang sangat besar, hampir mencapai 100%. Anda hanya perlu memberikan deposit Rp140.000, Anda akan mendapatkan estimasi profit hingga 85%. Sangat besar bukan? 

Selain itu, ada kategori Gold dan VIP, yang harus setor 7 dan 14 juta, dengan janji return hingga 90%. Tentu, siapa sih yang tidak tertarik dengan return yang bisa mencapai 90%. Di sini salahnya masyarakat, mereka lupa keterangan ‘hingga’, yang tidak selamanya akurat.

Masih ada lagi sistem yang bernama cashback, dimana pengguna Gold akan mendapatkan cashback 5% dan pengguna VIP 10%. Investor saham kawakan pasti menertawakan hal ini, karena sebenarnya tidak ada sistem seperti cashback layaknya Binomo.

Terakhir ada yang namanya bonus deposit, dimana ada keterangan bahwa pengguna bisa mendapatkan bonus hingga 100%, 150% bahkan 200%. Bonus tergantung dari jenis akun yang dimiliki pengguna, apakah akun biasa, Gold atau VIP.

Strategi marketing di atas ditambah promosi gencar dari pesohor, Youtube dan afiliator, membuat banyak masyarakat tergiur menggunakan Binomo. Akhir-akhir ini, afiliator Binomo seperti Doni Salmanan dan Indra Kentz ramai dibicarakan dan dikutuk masyarakat, karena dianggap melakukan penipuan.

Apakah Binomo Ilegal?

Sebelum bertanya apakah Binomo penipuan atau tidak, seharusnya bertanya apakah platform ini legal atau tidak. Karena jika dipastikan ilegal, tentu aplikasi ini termasuk investasi bodong, dan tidak boleh beroperasi sama sekali.

Ya, Binomo adalah salah satu platform trading yang ilegal, karena tidak melayani trading sama sekali, melainkan binary option alias judi. Platform ini bahkan termasuk salah satu yang diblokir oleh Bappebti, atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.

Jadi, Anda tidak perlu meragukan lagi, bahwa Binomo merupakan praktik investasi bodong. Dari awal, seharusnya aplikasi ini tidak diizinkan beroperasi sama sekali. Sayangnya, literasi investasi trading di Indonesia masih minimalis, sehingga banyak lapisan masyarakat yang tertipu.

Pesohor, mulai dari Youtube, selebgram dan semacamnya juga tidak membantu sama sekali. Mereka justru mempromosikan platform ini besar-besaran. Mereka mempromosikan seolah Binomo adalah aplikasi trading terpercaya, dan bukan binary option menjurus judi.

Entah apa yang ada di pikiran mereka, bisa-bisanya membodohi masyarakat untuk berinvestasi bodong demi kepentingan dan keuntungan pribadi. Beruntungnya, kedok mereka perlahan mulai terbongkar, dengan banyaknya masyarakat yang mulai melaporkan kerugiannya ke polisi.

Fakta-fakta Tentang Kasus Binomo yang Heboh

Buat Anda yang masih sangsi apakah Binomo penipuan atau tidak, berikut kami rangkum berbagai fakta tentang kasus Binomo yang menghebohkan. Memang, sudah ada banyak masyarakat yang terjerumus Binomo akibat ajakan manis influencer yang tidak bertanggung jawab.

Mereka berkata seolah Binomo adalah platform trading yang terpercaya, padahal platform ini termasuk judi atau money game yang dibungkus dengan sangat rapi. Fakta-fakta di bawah ini akan menyadarkan Anda bahwa platform ini memang benar-benar penipuan alias investasi bodong.

1. Banyak Korban yang Angkat Suara

Sudah banyak korban dari Binomo yang angkat suara, salah satunya adalah Maru Nazzara. Dia melaporkan hal tersebut di Youtube Panggung Inspirasi, yaitu pada tanggal 19 Januari 2022. Dia mengaku mengalami kerugian yang tidak masuk akal saat menggunakan Binomo.

Maru mengaku rugi atau dipaksa loss hingga 540 juta, sehingga membuatnya emosi dan membanting laptop. Katanya, ada juga korban lain yang sampai mengakhiri hidupnya karena mengalami kerugian di Binomo. Selain dua korban tersebut, masih banyak korban lainnya, yang sudah bicara ke polisi.

2. Binomo Dikenalkan Oleh Affiliator

Ternyata, Binomo memiliki affiliator, yang tugasnya mempromosikan platform sebagai aplikasi trading, padahal lebih ke binary option. Jadi, pengguna akan menebak kisaran harga aset, yang jika salah akan mengurangi modalnya. Kekalahan pengguna ini akan menguntungkan affiliator dan platform.

3. Binomo Bukan Trading

Jangan masuk perangkap mulut manis influencer dan affiliator yang mengatakan bahwa Binomo adalah aplikasi trading seperti FBS dan semacamnya. Platform ini lebih mirip judi, karena pengguna hanya harus menebak kisaran harga aset, apakah naik atau turun. 

Jika benar, mereka akan menerima uang dari bandar. Sebaliknya, jika salah, mereka akan kehilangan uang. Uang yang hilang tersebut nantinya akan dibagi antara Binomo dan affiliator-nya. Sangat jelas bukan bahwa platform ini termasuk penipuan?

4. Bappebti Blokir Binomo CS

Sebenarnya, sepanjang 2021 lalu, Bappebti telah memblokir sekitar 1.222 domain website trading berjangka komiditi yang tidak memiliki izin atau dinilai sebagai judi berkedok trading. Dari ribuan domain tersebut, ada 92 domain binary option yang diblokir, seperti :

  • Binomo
  • IQ Option
  • Olymptrade
  • Qoutex
  • Dll.

Selain itu, Bappebti juga memblokir sekitar 336 robot trading, seperti :

  • Auto Trade Gold
  • Viral Blast
  • DNA Pro
  • EA 50
  • Sparta
  • Dll.

Sementara ini, baru ada 8 korban yang melapor, dengan total kerugian mencapai 2,4 miliar. Bukan tidak mungkin, angka ini akan semakin bertambah, seiring banyaknya informasi yang diterima oleh masyarakat.

Sudah jelas sekarang, apakah Binomo penipuan atau tidak. Lupakan promosi besar-besaran Binomo oleh influencer dan affiliator yang fantastis, karena ternyata Binomo hanyalah investasi bodong. Mulai sekarang, pilih platform trading yang benar-benar terpercaya, dan sudah terdaftar di Bappabti, BEI atau OJK.