Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cara Investasi Saham Yang Baik dan Benar Agar Tidak Loss

Cara Investasi Saham

Ketika Anda mendengar tentang investasi saham, pasti terpikir di otak tentang keuntungannya yang melimpah. Padahal, investasi saham tidak semudah yang Anda bayangkan. Maka, belajar cara investasi saham yang benar adalah sebuah keharusan agar sukses di dalamnya.

Investasi saham tidak hanya beli saham saat harga mudah dan jual saat harga tinggi. Ada banyak hal yang masih harus dilakukan agar tidak salah beli saham, seperti analisis, membaca laporan keuangan dan masih banyak lagi. Jika Anda pemula dan ingin belajar tentang investasi saham, bisa cek ulasannya di bawah ini.

Cara Mudah Belajar Investasi Saham

Buat pemula, belajar cara berinvestasi saham yang benar adalah penting. Anda tidak bisa langsung beli saham karena harganya turun, karena masih banyak aspek lain yang harus dipikirkan. Jika Anda ingin sukses berinvestasi dan meminimalkan kerugian, wajib hukumnya belajar investasi saham yang benar.

Namun jangan khawatir, di bawah ini akan kami jelaskan tips bagaimana memulai investasi saham yang benar dan cocok untuk pemula. Anda bisa mempelajari cara dan tips di bawah ini untuk memperbesar peluang Anda menghasilkan keuntungan yang maksimal saat berinvestasi.

1. Tentukan Tujuan Investasi

Ada banyak sekali jenis investasi yang bisa Anda lakukan, salah satunya adalah investasi saham. Namun, sebelum membeli saham, Anda harus menentukan tujuan investasi tersebut. Hal ini penting, karena akan menentukan bagaimana cara Anda berinvestasi ke depannya.

Jadi, jangan hanya asal taruh duit saja, namun harus dipikirkan dengan masak. Jadi, apakah tujuan investasi saham yang Anda lakukan? Apakah untuk biaya menikah? Apakah digunakan untuk pensiun? Apakah untuk DP rumah? Apakah ada tujuan lainnya?

Apa pun tujuan Anda, sebaiknya investasi saham dilakukan dalam jangka waktu yang lama, kalau bisa minimal 5 tahun. Investasi saham dalam jangka waktu yang lama akan menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Bukan mustahil, saham yang Anda beli sekarang harganya akan naik mencapai 1000 persen lima tahun yang akan datang. Jadi, jika kira-kira Anda ingin punya rumah sendiri lima tahun nanti, maka bisa beli saham yang bagus mulai dari sekarang.

2. Periksa Kondisi Keuangan

Tidak semua orang bisa melakukan investasi, hanya mereka yang surplus antara pendapatan dan pengeluaran saja yang bisa melakukannya. Ya, investasi saham butuh untuk konsisten, dan konsistensi tersebut butuh uang.

Tidak mungkin orang yang mencukupi kebutuhan sehari-hari saja susah untuk investasi. Lebih baik fokus memperbaiki hajat hidupnya terlebih dahulu. Jika sudah longgar dan memungkinkan untuk investasi, bisa segera melakukannya.

Memahami cara investasi saham ini sangat penting, karena Anda bisa tahu apakah mampu untuk berinvestasi atau tidak. Jika ternyata kondisi keuangan tidak memungkinkan, maka bisa menundanya terlebih dahulu, jangan memaksakan diri apalagi berhutang.

Jika Anda memang sangat ingin berinvestasi saham, maka bisa mencari pekerjaan tambahan yang menghasilkan uang. Anda bisa kerja sampingan, menjadi pekerja paruh waktu, jualan online dan pejerjaan-pekerjaan lainnya.

Ketika Anda sudah mampu untuk berinvestasi saham, usahakan membeli saham yang sesuai dengan kantong. Jangan termakan rekomendasi dari orang lain, yang tidak sesuai dengan penghasilan. Hanya investasi dengan uang yang Anda sanggup jika kehilangannya.

3. Cari Referensi Investasi Saham yang Kredibel

Sebelum berinvestasi saham, Anda harus bekali diri dengan banyak pengetahuan mengenai saham, tentunya dari sumber yang kredibel. Tanpanya, Anda hanya akan ikut-ikutan tren dalam membeli saham, yang bisa saja salah dan merugikan.

Anda bisa menjadikan BEI (Bursa Efek Indonesia) sebagai informasi utama investor saham yang resmi dan kredibel. Di sana, Anda bisa mendapatkan informasi tentang banyak hal, mulai dari emiten (perusahaan yang tercatat), laporan keuangan, pergerakan IHSG dan informasi-informasi penting lainnya.

Selain itu, Anda juga bisa join kelas belajar saham, yang biasanya diadakan oleh BEI, komunitas trader, investor saham hingga perusahaan sekuritas. Cari informasi tambahan dengan rajin baca buku, ikut pelatihan, ikut seminar, belajar dari media sosial dan lain sebagainya.

4. Tunjuk Platform Sekuritas Terpercaya

Kesuksesan Anda memahami cara investasi saham yang benar ditunjukkan bagaimana cara Anda memilih platform sekuritas. Saat ini banyak platform sekuritas yang menawarkan berbagai kelebihan, dan tugas Anda adalah memilih platform mana yang terpercaya.

Sebenarnya tidak terlalu sulit, karena Anda hanya harus memilih platform sekuritas yang sudah menjadi anggota BEI serta memiliki izin dari OJK. Jangan lupa untuk menelusuri rekam jejak dari platform tersebut, agar Anda tidak terhindar dari investasi saham bodong.

5. Beli Saham Unggulan

Kemudian, penting untuk membeli saham terbaik, yang termasuk saham-saham unggulan. Saham-saham tersebut harus masuk konstituen Indeks LQ45, yaitu indeks saham yang berisi daftar 45 saham pilihan. Membeli saham tersebut akan menjamin keuntungan, setidaknya untuk sekarang ini.

Disebut sebagai saham unggulan karena memiliki likuiditas yang tinggi, kapitalisasi pasar besar, keuangan yang stabil hingga didukung fundamental perusahaan yang baik. Jangan khawatir, meski termasuk saham unggulan, Anda masih bisa mengoleksinya. Harganya berkisar antara Rp300 hingga Rp70.000.

Cara Investasi Saham

1. Menentukan Perusahaan Sekuritas

Pertama, Anda bisa menentukan perusahaan sekuritas tempat membeli saham terlebih dahulu. Perusahaan sekuritas akan membantu Anda membuka rekening pada BEI (Bursa Efek Indonesia). Dengan mendaftar di perusahaan sekuritas, Anda baru bisa transaksi atau jual beli saham.

Ada banyak perusahaan sekuritas, Anda tinggal pilih perusahaan mana yang paling kredibel dan memiliki rekam jejak yang baik. Perusahaan sekuritas tersebut juga harus sudah terdaftar di BEI, serta memiliki izin operasional dari OJK.

2. Buka Rekening Dana Nasabah

Rekening Dana Nasabah adalah rekening yang akan Anda gunakan untuk transaksi jual beli di pasar modal. Ada beberapa tahapan pembukaan RDN, yaitu :

  • Siapkan dokumen seperti KTP, Kitas (WNA) dan NPWP.
  • Pilih perusahaan sekuritas untuk membuka rekening.
  • Isi formulir yang dibutuhkan dengan lengkap.
  • Setor deposito awal ke RDN, nilai minimal bisa berbeda, mulai dari Rp100.000 hingga Rp3.000.000.

3. Pilih Saham

Jika sudah terdaftar di perusahaan sekuritas dan menyetor deposito ke RDN, Anda bisa mulai untuk beli saham. Anda bisa beli saham lewat aplikasi atau situs perusahaan sekuritas tersebut, namun sebelumnya baca laporan keuangan dan informasi lain yang berhubungan dengan perusahaan pemilik saham tersebut.

Anda bisa membeli saham unggulan atau saham blue chip, yaitu saham dari perusahaan dengan fundamental yang baik. Saham semacam ini nilainya akan cenderung naik dari tahun ke tahun, jadi akan menguntungkan Anda.

4. Pantau Pasar

Setelah membeli saham, Anda bisa memantau kondisi pasar secara berkala. Tidak perlu cek setiap hari, Anda bisa memantau dari sosial media atau platform lain yang mengulas harga saham. Anda bisa beli saham unggulan saat harga turun, untuk kemudian dijual beberapa lama kemudian saat harga naik.

Cara investasi saham mudah, jika Anda semangat untuk belajar. Beli saham dan menjualnya memang mudah, karena yang sulit adalah melakukan analisis yang tepat, membaca laporan, memantau pasar dan lain sebagainya. Namun, Anda akan sukses berinvestasi jika tidak berhenti belajar.