Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Forex Penipuan? Waspada Berikut Ciri-ciri Broker Penipu

Forex Penipuan

Tahukah Anda bahwa Bank for National Settlements atau yang disingkat dengan BIS memberikan pernyataan bahwa volume perdagangan di valuta asing atau forex pada tahun 2019 lebih dari 6,6 triliun dolar AS. Sayangnya, masih banyak forex penipuan yang terjadi.

Broker yang tidak terpercaya masih berkeliaran dan terus memakan korban setiap harinya. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui bagaimana ciri-ciri dan cara menghindarinya.

Ciri-Ciri Broker Forex Penipuan

Indonesia melegalkan bisnis trading forex dan diawasi langsung oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi. Semua kegiatan yang dilakukan, termasuk transaksi forex diatur dalam UU nomor 10 tahun 2011.

Walaupun aturan yang diberikan pemerintah sudah jelas, ternyata hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa penipuan masih marak terjadi. Jika Anda tidak ingin menjadi korbannya, maka harus mengenali ciri-ciri broker dalam forex penipuan:

1. Menjanjikan Profit Besar dalam Waktu Singkat

Tujuan semua orang bermain forex adalah ingin mendapatkan keuntungan yang besar. Jika ada yang menawarkan forex dan berjanji memberikan hasil yang tinggi tanpa adanya resiko, maka Anda harus waspada.

Bisnis trading forex merupakan investasi yang beresiko tinggi dengan hasil yang tinggi pula. Hal tersebut sesuai dengan prinsip high risk high return, yang mana tidak dibenarkan jika hasil yang tinggi tanpa ada resiko sama sekali.

Bisa dipastikan itu penipuan karena tujuan utama dari broker forex penipu adalah mendapatkan uang sesegera mungkin dan bisa dicapai dengan menghindari pembicaraan resiko.

2. Tidak Memiliki Izin dari Regulator

Bappebti seperti penjelasan di atas adalah pihak regulator yang sebenarnya sudah merilis daftar broker penipu dalam jangka waktu tertentu. Biasanya diisi oleh forex ilegal, sudah dicabut perizinannya, abal-abal, dan lainnya.

Legalitas dalam forex adalah hal yang wajib, jadi jika Anda menemukan broker tapi tidak memiliki izin, maka sudah dipastikan penipu. Pasalnya, memperoleh izin membutuhkan proses yang panjang dan syarat yang ketat dan inilah yang dihindari oleh mereka.

Legalitas menuntut adanya transparansi, membutuhkan modal broker yang cukup besar, syarat deposit dana sebagai jaminan usaha, dan masih banyak lagi yang lainnya. Broker ilegal akan berusaha untuk menekan modal seminim mungkin untuk mendirikan usaha.

Ditambah lagi dengan mengeruk dana nasabah sebanyak-banyaknya. Jadi, sampai disini Anda bisa berpikir logis kan? Sebelum Anda membuka akun trading, pastikan broker forex yang dipilih terdaftar di website Bappebti. Jika berasal dari luar negeri, maka cek juga regulator sesuai negara nya.

3. Tidak Memiliki Kantor yang Jelas

Broker forex penipuan tidak memiliki kantor fisik yang jelas, walaupun kebanyakan aktivitasnya dilaksanakan secara online. Keberadaan kantor sangatlah penting. Jika itu saja tidak ada, bagaimana Anda menaruh kepercayaan penuh?

Anda harus cek terlebih dahulu, dimana alamat kantornya, sekalipun tidak berada di Indonesia. Anda bisa melacak alamatnya di website otoritas perdagangan berjangka dari negara asal broker tersebut.

Apabila dalam otoritas perdagangan berjangka tidak terdapat nama broker tersebut dan alamat kantornya, maka lebih baik Anda cari yang lain saja.

4. Layanan Pelanggan Sulit Dihubungi

Pola yang sama dari pihak penipu adalah tidak memiliki layanan pelanggan atau memiliki namun sulit untuk dihubungi. Anda diberikan kemudahan dalam melakukan registrasi dan deposit dana, tetapi sangat susah jika melakukan penarikan.

Hindari broker yang tidak memiliki layanan pelanggan. Karena jika suatu hari terjadi masalah saat investasi atau melakukan trading semuanya akan Anda hadapi sendiri tanpa menemukan solusi apapun.

Selain itu, layanan pelanggan yang responsif merupakan suatu hal yang wajib bagi perusahaan pialang. Sebelum Anda melakukan deposit, sebaiknya coba terlebih dahulu dengan mengontak layanan pelanggan, baik melalui chat, email atau telepon.

Terlebih sekarang perkembangan teknologi digital sangat pesat. Tidak hanya didukung oleh staf CS berupa sumber daya manusia juga, tetapi juga robot yang siap membalas pesan Anda di portal perusahaan.

5. Laman Portal Tidak Profesional

Seperti yang telah Anda ketahui bahwa mendirikan perusahaan bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan banyak modal.

Tidak mungkin jika broker terpercaya dan teregulasi memiliki tampilan website yang tidak profesional, tidak jelas dan berantakan. Anda patut mencurigainya sebagai forex penipuan.

Perusahaan atau broker yang profesional akan memilih menggunakan domain yang berbayar bukan gratis dengan fitur yang terbatas. Ini juga menjadi salah satu tanda ketidakseriusan nya sebagai pelaku usaha yang resmi.

Setidaknya Anda harus memeriksa, apakah memuat latar belakang perusahaan, tim eksekutif, sejarah pendirian, lengkap dengan alamat kantor yang bisa didatangi. Jika salah satu atau semua itu tidak ada, maka lebih baik cari yang lainnya sebelum terlambat.

6. Tidak Ada Rekening Terpisah

Rekening terpisah merupakan suatu hal yang wajib dan harus dimiliki oleh broker forex terpercaya. Rekening terpisah ini akan menjaga integritas dan bertujuan untuk memisahkan mana dana nasabah dan operasional perusahaan broker forex.

Jadi ketika Anda melakukan transaksi, keamanannya terjamin. Hal ini tentunya diatur dalam UU nomor 32 Tahun 1997 pasal 51 yang menjelaskan tentang pelaksanaan Perdagangan Berjangka.

Apabila sebuah broker forex teregulasi resmi oleh Bappebti, maka ia akan dikenakan pelanggaran jika menyalahgunakan rekening terpisah. Ancamannya tidak main-main yaitu penjara selama 5 tahun dan denda paling banyak 1,5 miliar rupiah.

Sekarang Anda bisa waspada jika broker forex meminta melakukan pengiriman dana ke rekening atas nama perusahaan. Teliti lebih dahulu, jangan-jangan memang ia penipu.

Cara Menghindari Penipuan

Setelah mengetahui apa saja ciri-ciri broker forex penipuan, selanjutnya Anda juga harus tahu bagaimana cara menghindarinya. Perhatikan poin-poin di bawah ini untuk mengetahuinya:

1. Selalu Memeriksa Aturan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa Anda harus memastikan broker legal di negara asalnya. Lakukan verifikasi ke website resmi Bappebti terlebih dahulu sebelum melakukan transfer dana.

2. Jangan Terjebak dalam Iming-Iming Keuntungan Besar

Jika Anda ditawari oleh broker forex yang mengklaim 100% jaminan bebas untung dan rugi, maka hati-hati dan jangan mudah tergoda. Industri perdagangan sangat rentan terhadap kerugian dan hal ini bisa juga terjadi ketika Anda bermain trading.

3. Periksa Alamat Kantor Broker Forex

Jangan tertipu dengan alamat palsu yang diberikan kepada Anda, walaupun kegiatan dilaksanakan secara online, mengecek lokasi akuratnya sangatlah penting. Jika kantor saja tidak ada, bagaimana Anda meminta pertanggungjawaban?

4. Cari tahu Reputasi Broker Forex

Ketika bermain forex, berarti Anda harus aktif dalam komunitas perdagangan. Tujuannya adalah untuk mempelajari berita perihal dunia perdagangan terbaru. Termasuk membahas tentang informasi data broker forex terkemuka, tertinggal dan penipuan.

5. Perhatikan Alamat Domain Website

Jika Anda sudah memeriksa alamat, peraturan dan reputasi namun masih tertipu, tetap harus waspada dan jangan terkecoh dengan broker forex kloningan. Bagaimana maksudnya? Broker forex jenis ini biasanya menggunakan nama perusahaan yang terkenal.

Perusahaan tersebut dimanfaatkan untuk menarik kepercayaan masyarakat melalui domain website. Biasanya, penipu menggunakan url domain yang sama dengan broker forex yang berlisensi asli.

Jalan satu-satunya adalah melakukan komunikasi dengan komunitas dan melihat daftar list url atau domain yang di blacklist oleh Bappebti.

Jadi itu dia beberapa penjelasan tentang ciri-ciri broker forex penipuan dan cara menghindarinya. Perhatikan dengan baik dan jangan sampai tertipu jika tidak ingin dana yang dikeluarkan hilang begitu saja.