Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Trading Forex Menurut Islam? Halal atau Haram? Simak Penjelasannya

Trading Forex Menurut Islam

Pertanyaan mendasar yang paling sering ditanyakan oleh masyarakat adalah bagaimana trading forex menurut Islam? Apakah halal atau justru sebaliknya. Pertanyaan ini seakan tidak pernah berhenti diperdebatkan.

Namun pada penjelasan kali ini, Anda akan mendapatkan jawaban yang sebenar-benarnya, dan kedepannya diharap tidak ada yang bertanya atau memperdebatkan lagi. Simak lengkapnya di bawah ini!

Pengertian Trading Forex

Sebelum membahas hukumnya, alangkah baiknya memahami pengertiannya terlebih dahulu karena inilah nantinya yang bisa menentukan bagaimana status dalam Islam. Trading forex adalah singkatan dari foreign exchange yang berkaitan dengan valuta asing.

Valuta asing atau yang disingkat dengan valas merupakan pertukaran nilai mata uang antara satu negara dengan yang lain. Orang yang berperan dalam trading dinamakan trader. Ia menukarkan satu mata yang sebuah negara dengan mata uang negara lain.

Selisih pertukaran mata uang tersebut yang menjadi keuntungan dari seorang trader. Lalu bagaimana para ulama’ memandang trading forex menurut Islam? Mari simak pembahasan selanjutnya.

Trading Forex Menurut Islam

Islam adalah agama yang mengatur semua sendi kehidupan, termasuk dalam hal ekonomi. Ada yang diperbolehkan dan ada yang tidak. Bagi Anda yang ingin terjun ke dunia trading namun belum tahu dasar hukumnya, maka membaca sampai akhir adalah pilihan yang tepat.

1. Hukum Trading Forex

Trading forex dalam Islam diperbolehkan, sebagaimana penjelasan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam kegiatan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 28-DSN-MUI/III/2002. MUI menjelaskan tentang jual beli mata uang atau yang disebut dengan Al Sharf.

Berdasarkan diskusi yang panjang tersebut dapat disimpulkan bahwa trading forex bukanlah sesuatu yang haram karena tidak memperdagangkan barang najis. Kedua tidak haram karena memperdagangkan nilai mata uang.

Ketiga bukan merupakan sebuah kegiatan judi atau spekulasi. Keempat bukan riba dan yang terakhir tidak haram karena tujuan utama dari trading forex adalah untuk berinvestasi atau berjaga-jaga.

Jadi dapat disimpulkan bahwa hukum trading forex menurut Islam diperbolehkan. Tidak ada halangan dan fatwa haram seperti yang dikatakan mayoritas orang.

2. Trading Forex Bukan Judi

Seperti yang sudah disinggung di atas bahwasanya trading forex bukanlah sebuah judi. Namun masih banyak artikel, berita atau postingan di media yang mengatakan bahwa trading adalah judi.

Perlu Anda ketahui bahwa anggapan tersebut tidak benar, karena antara judi dan trading adalah dua hal yang berbeda. Trading tidak mengandalkan tebak-tebakan atau spekulasi saja, namun ada analisis, perencanaan dan perhitungan yang dilakukan secara matang.

Apabila seorang trader memiliki pengetahuan dan melakukan analisis, maka ia akan segera mendapatkan keuntungan. Berbeda dengan judi yang hanya mengandalkan spekulasi dan faktor keberuntungan yang entah kapan berpihak pada sang pemain.

Pastinya judi tidak dilaksanakan dengan pengetahuan dan analisa yang baik. Selain itu, regulasi trading forex sudah dibuat oleh pemerintah, yaitu UU No 10 Tahun 2011 yang merupakan penambahan dari UU No 32 Tahun 1997.

UU tersebut menjelaskan segala hal yang berkaitan dengan perdagangan berjangka komoditi, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa trading adalah sesuatu yang legal dan memiliki landasan hukum yang jelas. Semua perjanjiannya diatur dalam undang-undang.

3. Trading Forex Bukan Riba

Penjelasan trading forex menurut Islam selanjutnya ada di buku Masail Fiqhiyah yang ditulis oleh Prof. .Drs. Masjfuk Zuhdi. Beliau mengatakan bahwa perdagangan valuta asing itu diperbolehkan dan halal karena produk yang dijual atau dibeli memiliki nilai yang jelas.

Nilai yang jelas maksudnya adalah mata yang asing. Tentunya trading forex bukanlah sebuah riba, akan tetapi murni memperdagangkan mata uang asing sesuai dengan nilai aslinya.

Berbeda dengan riba yaitu transaksi meminjamkan uang dan sang peminjam harus memberikan nilai lebih, atau dengan kata lain ada bunganya.

Hal ini sebagaimana yang sudah dijelaskan Allah dalam Al Qur'an yang artinya menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Selain itu, pada Muktamar NU ke 32 di Makassar Tahun 2010, para ulama juga menyatakan bahwa boleh melakukan jual beli dalam bentuk apapun apabila barangnya jelas (mabi’).

Nah pada kasus perdagangan kurs mata uang, maka nilainya sudah diketahui baik oleh penjual maupun pembeli, sehingga pasar bursa valuta asing merupakan bagian dari urf (jelas ciri dan sifatnya).

Jadi itu dia beberapa penjelasan tentang bagaimana Islam memandang trading forex. Kesimpulannya adalah diperbolehkan karena sesuatu yang diperdagangkan jelas nilainya dan sifatnya. Sekarang Anda tidak ragu lagi untuk terjun ke dalamnya dan berusaha untuk memperoleh keuntungan kan?

Bagaimana Hukum Autotrade dalam Islam?

Setelah memahami bagaimana hukum trading forex dalam Islam, sekarang Anda juga harus memahami bagaimana hukum autotrade. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa software ini melakukan pekerjaan secara otomatis dalam sistem trading.

Muhammad Syamsudin pernah menulis dalam laman resminya yang mana pihak perusahaan menjelaskan jika robot auto trade bisa bekerja sendiri secara otomatis, tergantung perintah yang dimasukkan.

Banyak pengembang mengatakan bahwa manusia memiliki kapasitas maksimal dan istirahat tidak boleh diabaikan. Auto trade membantu dengan memprogram robot yang akan bekerja secara otomatis, jadi tidak perlu 24 jam mengecek trading.

Berdasarkan keterangan tersebut, secara tidak langsung sudah bisa dipahami bahwa transaksi jual dan beli di trading dilakukan oleh sebuah alat yang secara otomatis bekerja sendiri, sehingga praktik semacam ini disebut dengan ghara atau spekulasi.

Padahal Rasulullah SAW melarang jual beli dengan spekulasi. Tidak hanya itu, banyak broker yang menuliskan pendapatnya terkait pernyataan kenapa harus mencoba auto trade, karena pekerjaannya yang cepat dan efektif dalam mengambil keputusan.

Berdasarkan penjelasan itu juga, pelaku yang melakukan transaksi tidak memenuhi syarat muta’aqidain, karena melalui perantara keputusan software ini sistem trading hanyalah untung-untungan semata.

Sikap mengandalkan keberuntungan itulah yang dilarang oleh syara’ dan haram. Lalu apakah auto trade money game? Maksudnya yaitu praktik oper keuangan tanpa adanya sesuatu yang diperjual belikan, bahkan beberapa ada yang bilang auto trade diharuskan mencari anggota atau member.

Pendapatan anggota bergantung pada ada atau tidak anggota baru yang masuk. Namun kabar baiknya, auto trade tidak memiliki sistem yang demikian.

Walaupun begitu, Anda tetap harus menjalankan trading forex menurut Islam dengan baik. Lakukan secara mandiri dan jelas apa yang diperjual belikan beserta nilainya. Pilihan apakah ingin menggunakan auto trade atau tidak tergantung Anda.

Mengingat bahwa antara penjelasan ulama satu dengan yang lainnya berbeda. Anda harus memilih mana yang benar-benar sesuai syariat dan mazhab yang dianut. Tidak ketinggalan juga bagaimana MUI menyikapinya. Perihal jual beli memang membutuhkan perhatian khusus.

Tujuannya agar uang yang keluar atau masuk menjadi sebuah keberkahan dan membawa kebermanfaatan dalam hidup.

Penjelasan trading forex menurut Islam di atas diambil dari beberapa referensi yang kredibel. Jadi untuk Anda yang sedang bermain forex, sebaiknya mengikuti pendapat di atas ya! Pun ketika ingin menggunakan auto trade, harus ada akad yang baik antara broker dan trader.